Dukungan kepada Persisam Putra Samarinda pada gelaran Indonesia Super League (ISL) musim depan dipastikan akan meriah dengan dibentuknya wadah baru bagi suporter Pesut Mahakam, Supersam (Suporter Persisam). Apalagi, jauh sebelum Supersam berdiri, Persisam Putra terlebih dahulu memiliki Pusamania.
Namun, kekhawatiran munculnya gesekan antar suporter yang berujung dengan tindakan anarkis saat memberikan dukungan kepada Persisam Putra di Stadion Segiri. Hal tersebut menjadi isu hangat yang berkembang di kalangan pendukung Persisam saat ini.
Terlebih, baik Pusamania maupun Supersam memiliki pemahaman berbeda dalam memberikan dukungannya kepada Persisam. Jika dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Pusamania dan Persisam terkesan kurang harmonis, Supersam, dalam deklarasi belum lama ini, secara tegas memilih fokus dalam memberikan dukungannya tanpa harus ikut campur tangan terhadap kinerja manajemen Persisam.
Ketua suporter Pusamania, Tommy Ermanto Pasemah saat dikonfirmasi terkait hal ini mengaku jika sikap Pusamania yang terus mengkritisi kebijakan pengurus Persisam sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masa depan Persisam.
“Kenapa kami harus bersikap keras padahal sebelumnya kami dikenal loyal membela pengurus Persisam? itu karena kami peduli dengan masa depan Persisam. Bukan karena hal lain seperti yang dihembuskan pihak-pihak tak bertanggung jawab,” bebernya.
Selain itu, kelompok suporter yang memiliki basis dukungan terbesar di Pulau Kalimantan itu pun akan terus mendukung Persisam Putra. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga kondusifitas di kalangan suporter Persisam meski saat ini terjadi dualisme suporter.
“Pusamania kumpulan suporter cerdas. Mereka tidak ingin terus-terusan dijadikan alat untuk kepentingan kelompok terutama manajemen,” kata pria yang juga ketua AS (Asosiasi Suporter) Kaltim itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar